MAKALAH BIOLOGI
“”HEWAN VERTEBRATA DAN AVERTEBRATA”
NABILA AYU MUTHIA FADHILA
X-3
SMA NEGERI 7 BANDUNG
PEMBAGIAN
JENIS HEWAN VERTEBRATA DAN AVERTEBRATA
Ø Hewan Tak Bertulang Belakang (Avertebrata)
Dunia hewan, berdasarkan ada tidaknya
tulang belakang dikelompokkan menjadi hewan bertulang belakang (vertebrata) dan
hewan tak bertulang belakang (Avertebrata). Kelompok hewan avertebrata
mempunyai ciri-ciri tidak bertulang belakang, susunan syaraf terletak di bagian
ventral (perut) di bawah saluran pencernaan, umumnya memiliki rangka luar
(eksoskeleton) dan otak tidak dilindungi oleh tengkorak.
Berikut adalah kelompok hewan yang
termasuk avertebrata :
1.
Porifera
(Latin: porus = pori,fer = membawa) atau spons
atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling
sederhana.
Ciri-ciri morfologinya antara lain:
tubuhnya berpori (ostium)
multiseluler
tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri
radial.
berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan
warnanya bervariasi
tidak berpindah tempat (sesil)
Porifera hidup secara heterotrof. Makanannya
adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan
sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Habitat porifera umumnya
di laut.
Contoh : Sycon, Clathrina, Euspongia, Spongia
2.
Coelenterata (Hewan Berongga)
Coelenterata (dalam bahasa yunani,
coelenteron = rongga) adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh.Rongga tubuh
tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).Coeleanterata
disebut juga Cnidaria (dalam bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai
dengan cirinya yang memiliki sel penyengat.Sel penyengat terletak pada tentakel
yang terdapat disekitar mulutnya.
Coelenterata memiliki struktur tubuh
yang lebih kompleks.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan
dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.
Contoh:
hydra, koral, polip dan jellyfish atau ubur-ubur.
3.
Platyhelminthes (cacing pipih)
Platyhelminthes adalah binatang sejenis cacing
pipih dengan simetri tubuh simetris bilateral tanpa peredaran darah dengan
pusat syarah yang berpasangan. Cacing pipih kebanyakan sebagai biang timbulnya
penyakit karena hidup sebagai parasit pada binatang / hewan atau manusia.
Contoh dari cacing pipih antara lain :
cacing getar : planaria
cacing pita : Taenia saginata (cacing pita sapi), Taenia solium (cacing
pita babi), Echinococcus granulosum (cacing pita anjing)
cacing isap : cacing hati (Fasciola hepatica)
4.
Nemathelminthes (Cacing gilig)
Nemathelminthes atau cacing gilik /
gilig adalah hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran
pencernaan yang baik namun tiak ada sistem peredaran darah.
Contoh : cacing perut (Ascaris lumbricoides),
cacing kremi (Oxyuris vermicularis), cacing tambang (Ancylostoma duodenale) ,
cacing filaria (Wuchereria bancrofti).
5.
Annelida (Cacing Gelang)
Annelida adalah cacing gelang dengan
tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang
baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki
dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit.
Contoh :
cacing tanah (Lumbricus terrestris), cacing wawo, cacing palolo, lintah
(Hirudo medicinalis) dan pacet (Haemodipsa)
6.
Mollusca (Hewan bertubuh lunak)
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak
tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang
berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan
diri dari serangan predator dan gangguan lainnya. Hidup di air laut,airtawar
dan di darat
. 

Contoh : kerang, , gurita, cumi-cumi, sotong,
siput darat, siput laut, chiton.
7.
Echinodermata (Hewan berkulit duri)
Echinonermata adalah binatang berkulit
duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris
tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang
dengan baik. Tubuh ditutupi duri yang tersusun atas zat kapur, memiliki daya
regenerasi yang tinggi, hidup di laut, berkembang biak secara kawin yang
pembuahannya diluar tubuh.
Contoh :
Bintang laut (Asteroidea), Landak laut
(Echinoidea), Bintang ular (Ophiuroidea), lili laut (Crinoidea), teripang
(Holothuroidea).
8. Arthropoda (Hewan Berbuku-buku)
Arthropoda adalah hewan dengan kaki
beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan
baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem
peredaran darah terbuka.
Arthropoda dibagi menjadi 4 kelas,
yaitu :
a. Insecta (Serangga)
Insecta adalah kelompok utama dari
hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah
mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti “berkaki enam”)
Contoh : kecoa, kupu-kupu, nyamuk,
lalat
b. Crustaceae (Udang-udangan)
Mayoritas merupakan hewan air, baik
air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan
kehidupan darat, seperti kepiting darat. Kebanyakan anggotanya dapat bebas
bergerak, walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang
pada inangnya.
Tubuh Crustacea terdiri atas dua
bagian, yaitu kepala dada yang menyatu (sefalotoraks) dan perut atau badan
belakang (abdomen). Bagian sefalotoraks dilindungi oleh kulit keras yang
disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri dari 1 pasang kaki capit
(keliped) dan 4 pasang kaki jalan. Selain itu, di sefalotoraks juga terdapat
sepasang antena, rahang atas, dan rahang bawah. Sementara pada bagian abdomen
terdapat 5 pasang kaki renang dan di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada udang
betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya.
Contoh : kepiting, ketam, udang
c. Arachnoidea (Laba-laba)
Laba-laba, atau disebut juga
labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen
tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah.
Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal.
Mangsa utamanya adalah serangga.
Tidak semua laba-laba membuat jaring
untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera
–yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat– dari kelenjar (disebut
spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat
berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat
lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan
lain-lain.
Contoh : kalajengking, laba-laba, kutu
buku.
d. Myriapoda (Lipan)
Kelabang adalah hewan yang memiliki sepasang
kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan
termasuk hewan nokturnal (beraktivitas di malam hari).
Contoh : lipan (kelabang), luwing (kaki
seribu)
Ø Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)
Setelah kemarin kita belajar mengenal hewan yang tak bertulang belakang
(avertebrata) dengan berbagai jenis mahluk hidup yang termasuk di dalamnya,
sekarang saya akan mengenalkan pada kalian hewan yang bertulang belakang
(vertebrata).
Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki
tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong
tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada
pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem
penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae).
Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan
subfilum dari filum Chordata. Chordata meliputi hewan-hewan yang memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi
lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf,
memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap
notokord, dan memiliki ujung
anterior yang membesar berupa
otak.
Memiliki
ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
Memiliki celah faring.
Tubuh vertebrata mempunyai tipe simetri
bilateral dan bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam atau
endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak
(kranium). Bagian terluar tubuh vertebrata berupa kulit yang tersusun atas epidermis
(lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Kulit vertebrata ada yang tertutup
dengan bulu ada juga yang tertutup dengan rambut.
Organ dalam, seperti organ pencernaan,
jantung, dan pernapasan terdapat didalam suatu rongga tubuh atau selom.
Vertebrata memiliki alat tubuh yang lengkap, yang menyusun sistem organ
tubuhnya meliputi sistem pencernaan yang memanjang dari mulut hingga anus,
sistem peredaran darah tertutup (darah mengalir di dalam pembuluh darah), alat
ekskresi berupa ginjal, alat pernapasan berupa paru-paru atau insang, sepasang
alat reproduksi (kanan dan kiri) serta sistem endokrin yang berfungsi
menghasilkan hormon.
Vertebrata terdiri dari lima kelas
yaitu pisces, amphibia, reptile, aves dan mammalia.
1. Pisces
Pisces memiliki habitat di air dengan
alat pernafasan berupa insang. Hewan ini mempunyai sirip yang berfungsi untuk
menentukan arah gerak di dalam air dan memiliki gurat sisi untuk mengetahui
tekanan air. Termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm), yaitu suhu tubuh
disesuaikan dengan lingkungan. Pisces berkembang biak dengan bertelur (ovipar).
Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi
menjadi 2 kelompok, yaitu :
1)
Chondrichthyes atau ikan tulang rawan, contoh : ikan pari, ikan hiu dan
ikan cucut.
2)
Osteichthyes atau ikan tulang keras, contoh : ikan mas, ikan gurami,
ikan tongkol.
2. Amphibia
Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup pada
dua habitat, yaitu darat dan air, namun tidak semua jenis Amphibia hidup di dua
tempat kehidupan. Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang
hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat. Namun habitatnya secara
keseluruhan dekat dengan air dan tempat yang lembap seperti rawa dan hutan
hujan tropis. Hewan ini bernafas dengan insang dan paru-paru dan memiliki suhu
badan poikiloterm, berkembang biak dengan bertelur (ovipar) dan pembuahan
terjadi di luar tubuh (eksternal).

Contoh : katak sawah, salamander,
kodok
3.
Reptilia
Reptilia (dalam bahasa latin, reptil =
melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik
berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar
reptil adalah : anggota tubuh berjari
lima, bernapas dengan paru-paru, jantung beruang tiga tau empat, menggunakan energi lingkungan untuk mengatur
suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan poikiloterm, fertilisasi secara
internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur
bercangkang.
Reptilia mencakup tiga ordo besar
yaitu Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang), Squamata atau
Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik) , dan Crocodilia (bangsa buaya).
Bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang keras disebut dengan
karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah).
4. Aves
Aves
memiliki suhu badan homoiterm (suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu
lingkungan). Memiliki tubuh berbulu melindungi tubuh dan bulu yang membentuk
sayap digunakan untuk terbang. Tulangnya berongga sehingga ringan. Berkembang
biak secara bertelur (ovipar) dan pembuahan di dalam tubuh. Telur aves bercangkang dan memiliki kuning
telur yang besar. Bernafas dengan paru-paru dan memiliki pundi-pundi udara yang
membantu pernafasan saat terbang.
Contoh : ayam, kasuari, pinguin,
bebek, angsa.
5. Mammalia
Ciri khas dari mammalia adalah
memiliki kelenjar susu. Susu dihasilkan oleh kelenjar (mammae) yang
terdapat di daerah perut atau dada.
Mammalia disebut juga hewan menyusui karena menyusui anaknya.
Tubuh mammalia tertutup oleh rambut
yang berfungsi sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan
lingkungan, segabai indera peraba antara lain pada kumis, sebagai pelindung
dari gesekan maupun sinar matahari, sebagai penyamar atau pertahanan untuk
melindungi dari mangsa, dan sebagai penciri kelamin.
Mammalia
berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Hewan ini memiliki suhu tubuh
homoiterm (suhu tubuh tetap) dan bernafas dengan paru-paru. Mammalia memiliki
otak yang lebih berkembang dibandingkan dengan hewan vertebrata yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar